4 Bulan Terjadi 1.304 Kasus Chikungunya

PURWOREJO – Serangan penyakit chikungunya yang terjadi di Kabupaten Purworejo memang sangat fantastis. Jumlah, penyebaran, maupun trennya cukup mengkhawatirkan, sehing Departemen Kesehatan (Depkes) menurunkan tim untuk menelitinya.

Data yang diperolah dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purworejo, dalam kurun waktu empat bulan sejak awal 2010, chikungunya yang terjadi sudah mencapai 1.304 kasus.

Kepala Dinkes dr Kuswantoro yang dimintai konfirmasi melalui Kabid Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) drg Dwitiya Suprijono mengungkapkan, serangan chikungunya menyebar hampir di seluruh kecamatan.

“Meski jumlahnya bervariasi, tapi di 16 kecamatan seluruhnya ditemukan kasus chikungunya. Yang terakhir di Desa Kedungkamal, Kecamatan Grabag ditemukan 35 kasus,” paparnya.

Lebih lanjut diungkapkan Dwitiya, petugas dari Depkes akhir pekan lalu telah mengambil sampel darah warga yang terserang di Desa Piji, Kecamatan Bagelan. Sampel darah itu akan dibawa ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan milik Depkes di Yogyakarta.

Setelah pengambilan sampel itu, rencananya akan kembali ditindaklanjuti dengan pengambilan sampel kembali dua pekan mendatang setelah penderita mendapatkan pengobatan.
Tren Baru Pengambilan sampel darah itu untuk memastikan diagnosa yang sudah dilakukan Dinkes Purworejo. Depkes ingin memastikan benar, serta meneliti perkembangan kasus chikungunya yang sampai mengakibatkan penetapan status kejadian luar biasa (KLB) tersebut.

Pada bagian lain, Dwitiya mengungkapkan, di samping jumlah akumulatifnya yang melebihi angka seribu, kasus chikungunya di Kabupaten Purworejo juga memiliki tren yang baru.

Pada tahun-tahun sebelumnya, penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes albopictus ini menyerang warga yang tinggal di daerah perkotaan yang padat penduduk dan kondisi lingkungan yang kotor.

Tren itu bergeser karena dari kasus terakhir ini diketahui nyamuk ini juga mulai menyerang warga yang tinggal di pelosok desa, termasuk di lereng perbukitan yang selama ini belum pernah ditemukan kasus chikungunya.
sumber : suara merdeka

Tag:

3 Komentar to “4 Bulan Terjadi 1.304 Kasus Chikungunya”

  1. weh……… ini chikungunya apa antrax, kok jadi hewan sempilan dibawa-bawa……
    Mohon kalo ada pembaca yg budiman yang lebih tahu tentang chikungunya mohon dijelaskan, biar ga tambah nggladrah chikungunyanya.
    jangan dikit-dikit “FOGGING” trus kita merasa aman, padahal…….. tolooong..
    Nuwun

  2. PURWOREJO BERIRAMA, Saya prihatin dengan merebaknya chikungunya di kota Kami tercinta,
    Sebetulnya penyakit tersebut asalnya dari hewan ternak lalu menyebar kemanusia melalui berbagai macam penyebaranya.
    yang paling indentik disebarkan oleh nyamuk, disamping juga lawat dikonsumsi daging hewan yang sudah terjangkit sebelumnya.
    Maka harus dicegah melalui pembasmian nyamuk dengan FOGING, biasakan hidup bersih, hewan yang sakit jangan dikonsumsi.
    Karena yang saya tahu kebiasaan di desa kalau ada hewan ternak yang sakit itu dan di sempilke dalam itilah disana.artinya : hewan sakit tadi di potong, lalu diberi harga sepantasnya, lalu dibagi jadi beberapa bagian selanjutnya dijual dengan cara kekeluargaan untuk menghindari kerugian kehilangan ternaknya. cara itu juga sangat memungkinkan penyebaranya.
    Kira2 begitu pendapat saya, Maturnuwun

  3. depkes purworejo kapan diadakan foging didaerah terjangkit cikungunya saya dikec loano kwtir krna beberapa desa sudah terjangkit ratusan penderita.korban sudah sangat banyak.foging mungkin bisa menghambat penyebaran agar tidak menyebar lbh luas lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: