Warga Purworejo Dievakuasi Karena Banjir

Hujan deras yang menguyur Kabupaten Purworejo membuat belasan desa terendam banjir. Bencana ini memaksa sejumlah warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Hujan deras yang menguyur bagian hulu sungai Bogowonto pada Rabu pagi membuat belasan desa di dua kecamatan di Purworejo tergenang banjir. Musibah ini membuat sejumlah warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Namun tak semuanya warga mau untuk dievakuasi. Sebagian warga tetap bertahan di rumah mereka dengan alasan menjaga harta benda mereka.

Banjir terjadi akibat muara sungai Bogowonto mengalami pendangkalan. Akibatnya saat turun hujan sungai tak mampu menampung volume air kiriman dari hulu sungai Bogowonto. Warga memperkirakan ketinggian genangan air akan meningkat jika hujan kembali turun.

Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Purwodadi dan Ngombol Kabupaten Purworejo diyakini bakal merusak jaringan infrastruktur pedesaan.

“Terutama jalan-jalan desa karena kondisi lahan di bawahnya sangat lembek,” kata Kepala Desa (Kades) Jatikontal Kecamatan Purwodadi, Suyanto, Jumat (4/11).

Dikatakan, meskipun pasir yang menyumbat muara sungai sudah bisa dibuka, namun air yang sudah terlanjur menggenangi perkampungan tidak mudah surut. Mengingat posisi lahan perkampungan rendah dan terhalang tanggul besar untuk bisa mengalir ke laut.

“Padahal luapan air ini sudah bercampur dengan air laut yang mengandung garam,” katanya seraya menambahkan, hampir seluruh badan jalan di desa Jatikontal terendam air.

Akibat genangan air garam itu bangunan infrastruktur akan mudah rusak. Terutama jalan-jalan desa baik yang beraspal maupun paving. “Jalan-jalan desa di sini sebagian besar berada di tanggul atau pematang kolam tambak. Lahannya lembek, sehingga ketika dilewati kendaraan langsung ambles,” katanya.

Dari berbagai sumber

About these ads
Tag:

4 Komentar to “Warga Purworejo Dievakuasi Karena Banjir”

  1. dg adanya musibah seperti itu di purworejo,smga instalasi terkait serta masarakat mulai sekarang sadar berupaya mengatasinya,serta menjaga kelestarian lingkungan/sungai,…saya menyayangkan banyak sampah dibuang secara sengaja disungai…..

  2. Beritanya kurang memenuhi kaidah 5W+H, lumayan cuma gali lagi cara buat berita yang baik dengan kaidah paramida terbalik artinya pembaca saat membaca bagian permulaan sudah tahu maksudnya dengan , apa, siapa,dimana,kapan,bagamana dsb….

  3. walah, gak trimo jakarta, bandung, semarang, dst, pordjo yo melu2 banjir juga ik… moga ndang surut..

  4. Kok gak lengkap. Siapa yang dievakuasi, siapa yang mengevakuasi, berapa jumlahnya, di mana saja, pakai apa mengevakuasinya. Belasan desa itu, apa saja, mana saja, di mana saja. Bagaimana kondisinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: